Minggu, 10 November 2013

TEORI KEJADIAN ALAM SEMESTA
Para ahli astronomi telah lama berusaha merumuskan berbagai teori yang dapat
menjelaskan tentang kejadian alam semesta. Salah satu teorinya disebut teori dentuman dahsyat (big bang). Teori ini pertama kali dikemukakan oleh kosmolog Abbe Lemaitre pada
tahun 1920-an. Menurutnya alam semesta ini bermula dari gumpalan super-atom raksasa yang
isinya tidak bisa kita bayangkan tetapi kira-kira seperti bola api raksasa yang suhunya antara 10
milyar sampai 1 trilyun derajat celcius (air mendidih suhunya hanya 100oC).
Gumpalan super-atom tersebut meledak sekitar 15 milyar tahun yang lalu. Hasil sisa dentuman dahsyat tersebut menyebar menjadi debu dan awan hidrogen. Setelah berumur ratusan juta tahun, debu danawan hidrogen tersebut membentuk bintang-bintang dalam ukuran yang berbeda-beda. Seiring dengan terbentunya bintang-bintang, di antara bintang-bintang tersebut berpusat membentukkelompoknya masing-masing yang kemudian kita sebut galaksi.
Teori
big bang
merupakan teori mutakhir tentang penciptaan alam semesta. Sebelumnya
telah berlaku berbagai teori kejadian alam semesta dengan sejumlah pendukung dan
penentangnya. Seperti Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory) yang diusulkan pada tahun1948 oleh H. Bondi, T. Gold, dan F. Hoyle dari Universitas Cambridge (Tjasyono, 2006; 51).
Menurut teori ini, alam semesta tidak ada awalnya dan tidak akan berakhir. Dalam teori
keadaan tetap tidak ada asumsi bola api kosmik yang besar dan pernah meledak. Alam semesta
akan datang silih berganti berbentuk atom-atom hidrogen dalam ruang angkasa, membentukgalaksi baru dan menggantikan galaksi lama yang bergerak menjauhi kita dalam ekspansinya.
Teori lainnya yang cukup akomodatif dari kedua teori di atas ad
alah teori osilasi.
Keyakinan tentang kejadian alam semesta sama dengan Teori Keadaan Tetap yaitu bahwa alam
semesta tidak awal dan tidak akan berakhir. Tetapi model osilasi mengakui adanya dentuman besar dan nanti pada suatu saat gravitasi menyedot kembali efek ekspansi ini sehingga alam semesta akan mengempis (collapse) yang pada akhirnya akan menggumpal kembali dalam
kepadatan yang tinggi dengan temperatur yang tinggi dan akan terjadi dentuman besar kembali. Setelahbig-bang
kedua kali terjadi, dimulai kembali ekspansi kedua dan suatu saat akan
mengempis kembali dan meledak untuk ketiga kalinya dan seterusnya.
Di tempat lain para ilmuwan sibuk mengusulkan teori lain tentang terciptanya tata surya.
Bagi para ilmuwan, formasi tata surya sangat menarik karena keteraturan planet-planet
mengelilingi matahari. Bersamaan dengan itu, satelit planet
juga mengitari planet induknya.
Adalah Izaac Newton (1642-1727) yang memberi dasar teori mengenai asal mula Tata Surya. Ia menyusun Hukum Gerak Newton atau Hukum Gravitasi yang membuktikan bahwa
gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding terbalikdengan kuadrat jarak antara kedua benda. Teori Newton menjadi dasar bagi berbagai teoripembentukan Tata Surya yang lahir kemudian, sampai dengan tahun 1960 termasuk
didalamnya teori monistik dan teori dualistik. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan
planet berasal dari materi yang sama. Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi
berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.
Tahun 1745, George Comte de Buffon (1701-1788) dari Perancis mempostulatkan teoriduali
stik dan
katastrofi
yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari
menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda.
Kelemahan dari teori Buffon tidak bisa menjelaskan asal datangnya komet. Ia hanya
mengasu
msikan bahwa komet jauh lebih masif dari kenyataannya.
Filsuf Perancis, Rene Descartes (1596-1650) mempercayai bahwa ruang angkasa terisi
olehfluida alam semesta dan planet-planet terbentuk dalam pusaran air. Teori ini tidak
didukung oleh dasar ilmiah yang kuat sehingga banyak yang menolaknya. Namun demikian,
nampaknya menjadi inspirasi bagi Immanuel Kant (1724-1804) bahwa ada kemungkinan bahwa
alam semesta itu berasal dari sesuatu “lembut” dan lebih lebit dari fluida yaitu adanya awan gas
yang berkontraks
i dibawah pengaruh gravitasi sehingga awan tersebut menjadi pipih. Gagasan
Kant didasarkan dari Teori Pusaran Descartes yang merubah asumsi dari fluida menjadi gas.
Setelah adanya teleskop, William Herschel (1738-1822) mengamati adanya
nebula yang awalnya dianggap sebagai kumpulan gas yang gagal menjadi bintang. Tahun 1791, ia melihat bintang tunggal yang dikelilingi oleh hallo yang terang. Asumsi inilah yang kemudian
berkembang dan menaik kesimpulan sementara bahwa bintang itu terbentuk dari nebula dan hallo merupakan sisa dari nebula.
Teori nabula semakin mantap setelah Pierre Laplace (1749-1827) menyatakan awan gas
dan debu yang berputar secara perlahan akan menjadi padu akibat gravitasi. Pada saat padu,
momentum sudut dipertahankan melalui putaran yang
dipercepat sehingga terjadilah pemipihan. Selama dalam kontraksi, materi di pusat pusaran menjadi matahri dan materi yang terlepas dan memisahkan diri dari piring pusaran membentuk sejumlah cincin. Material di sekitar cincin juga membentuk pusaran yang leb
ih kecil dan terciptalah planet-planet.
Teori Laplace ditentang oleh Clerk Maxwell (1831-1879). Menurut Maxwell teori
cincin hanya bisa stabil jika terdiri dari partikel-partikel padat. Jika bahannya dari gas seperti
pendapat Laplace maka tidak akan terbentuk planet. Menurut Maxwell cincin tidak
bisaberkondensasi menjadi planet karena gaya inersianya akan memisahkan bagian dalam dan luar
cincin.Seandainya proses pemisahan bisa terlewati, massa cincin masih jauh lebih masif
dibanding massa planet yang terbentuk.
Thomas C. Chamberlin (1843–1928) ahli geologi dan Forest R. Moulton (1872–1952)
seorang ahli astronomi mengajukan teori lain yaitu Teori Planetesimal.
Menurut teori ini,matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak. Pada suatu masa,entah kapan, ada sebuah bintang berpapasan pada jarak yang tidak jauh. Akibatnya, terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan matahari. Sebagian dari masa matahari itu tertarik kearah bintang lewat. Material yang tertarik ada yang kembali ke matahari dan sebagian lainnya
terlepas dan menjadi planet-planet.
Teori lain yang mirip dengan teori Chamberlin dan Moulton adalah teori pasang surut
yang dikemukakan oleh Sir James Jeans (1877–
1946) dan Harold Jeffreys (1891) yang
keduanya berkebangsaan Inggris. Peristiwa pasang surutnya
digambarkan oleh Jeans dan Jeffreys adalah seperti cerutu. Artinya ketika bintang lewat mendekati matahari, pada waktu itu masa matahari tertarik dengan bentuk menjulur keluar seperti cerutu.
Setelah jauh, cerutu tersebut menetes dan tetesannya membentuk planet-planet.
Teori lainnya adalah dari Carl von Weizsaeker seorang ahli astronomi Jerman.
Teorinya dikenal dengan nama Teori Awan Debu (
The Dust-Cloud Theory).
Gagasannya adalah
bahwa tata surya awalnya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Awan gas dan debu
mengalami proses pemampatan membentuk bola dan mulai berpilin. Lama-kelamaan gumpalan
gas itu memipih menyerupai bentuk cakram yaitu bulat dan pipih yang dibagian tengahnya
tebal sedangkan di bagian tepiannya sangat tipis. Bagian tengah memilin lebih lambat daripada
bagian tepiannya. Partikel dibagian tengah saling menekan sehingga menimbulkan panas dan
menyala yang kemudian menjadi matahari. Sedangkan ba
gian luar berpusing sangat cepat sehingga banyak yang terlempar dan menjadi gumpalan gas dan kumpulan debu padat. Bagian
yang kecil-kecil itu kemudian menjadi planet-planet.
Sebagian ahli juga percaya bahwa ketika matahari mulai memijar, angin matahari
berhembus sangat kencang sehingga menerpa gumpalan-gumpalan debu calon planet.
Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars terkena dampak langsung sehingga debu calon planet
sebagian terhempas dan “telanjanglah” planet-planet tersebut. Sementara Jupiter, Saturnus,
Uranus, dan Neptunus masih tetap seperti planet “debu” sehingga bentuknya masih berukuran
raksasa. Dengan landasan pada asumsi dan teori ini, maka sangat aneh adanya planet pluto
yang berwujud terestrial (padat). Pertanyaan inilah yang belum dapat dijawab dan u
ntuk
sementara “ditunda” statusnya sebagai planet. Adapun bulan atau satelit padat di sekitar planet-planet debu berukuran besar itu karena lebih dulu memadat yang kemudian bergerak mengitari
planet induknya.

PEMBENTUKAN ALAM SEMESTA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

Allah SWT. Menurunkan Al-Quran kepada manusia 14 abad yang lalu. Beberapa fakta yang baru dapat diungkap dengan teknologi pada abad ke-21, yang telah difirmankan Allah SWT. didalam Al-Quran 14 abad yang lalu. Didalam Al-Quran terdapat banyak bukti yang memberikan informasi dasar mengenai beberapa hal seperti penciptaan alam semesta. Kenyataan bahwa didalam Al-Quran tersebut telah sesuai dengan penemuan terbaru ilmu pengetahuan modern adalah hal terpenting, karena kesesuaian ini menegaskan bahwa Al-Quran adalah Firma Allah SWT.

Dalam Al-Quran surat Fush-shilat (41:11)

Artinya: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".

Kata asap dalam tersebut menurut para ahli tafsir adalh merupakan kumpulan dari gas-gas dan pertikel-partikel halus baik dalam bentuk padat maupun cair pada temperatur yang tinggi maupun rendah dalam suatu campuran yang lebih atau kurang stabil.

Salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta (teori Big bang) disebutkan bahwa alam semesta tercipta dari suatu ledakan kosmis sekitar 10-20 milyar tahun yang lalu mengakibatkan adanya ekspansi (pengembangan) alam semesta. Sebelum terjadinya ledakan kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam bentuk titik.

Didalam Al-Quran dijelaskan tentang terbentuknya alam ini (QS Al-Anbiya : 30)

Artinya: “Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu (sebingkah penuh), kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman”.

Berdasarkan terjemahan dan tafsir Bachtiar Surin (1978:692) ditafsirkannya bahwa matahari adalah benda angkasa yang menyala-nyala yang telah berputar mengeliligi sumbunya sejak berjuta-juta tahun. Dalam peroses perputarannya denagn kecepatan tinggi itu, maka terlontarlah bingkahan-bingkahan yang akhirnya menjadi bumi dan beberapa benda angkasa lainnya dari bingkahan matahari itu. Masing-masing bingkah beredar menurut garis tengah lingkaran matahari, semakin lama semakin bertambah jauh, hingga masing-masing menempati garis edarnya. Dan seterusnya akan tetap beredar dengan teratur sampai batas waktu yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Kemudian dalam surat Adz-Dzaariyaat (51:47)

Artinya: “Dan langit, denag kekuasaan Kami, Kami bangun dan Kami akan memuaikannya selebar-lebarnya”.

Teori ledakan maha dahsyat juga mengatakan adanya pemuaian alam semesta secara terus-menerus denagn kecepatan maha dahsyat yang diumpamakan mengembangnya permukaan balon yang sedang ditiup yang mengisyaratkan bahwa galaksi akan hancur kembali. Isyarat ini sudah dijelaskan dalam surat Al-Anbiya’ (21:104)

Artinya: “(yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran - lembaran kertas. sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya”.

Dalam surat Ath-Tholaq (65:12)

ªArtinya: “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”.

Ayat ini mengisyaratkan bahwa ruang angkasa terdiri dari 7 lapis.

Didalam surat As-Sajada (32:4)

Artinya: “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy[1188]. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at[1189]. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan”.

[1188] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.

[1189] Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir.

Uraian penciptaan langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya, terdapat dalam surat Fush-Shilat ayat 9, 10 dan 12

Artinya: “Katakanlah: "Sesungguhnya Patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam".

ŸArtinya: “Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa”. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

Artinya: “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui”.

Dengan perincian penafsirannya sebagai  berikut :

1.      Tahap pertama penciptaan bumi 2 rangakain waktu

2.      Tahap kedua penyempurnaan bumi 2 rangkaian waktu

3.      Tahap ketiga penciptaan angkasa raya dan planet-planetnya 2 rangkaian waktu
Jadi terbentuknya alam raya ini terjadi dalam 6 rangkaian waktu atau 6 masa. Selain surat-surat tersebut diatas masih banyak lagi yang menjelaskan tentang terbentuknya alam raya ini, namun dari yang telah kami sampaikan dalam ringkasan ini terlihat bahwa secara umum proses terciptanya alam raya ini berlangsung dalam 6 masa, dimana tahapan-tahapan dalam proses tersebut saling berkaitan. Disebutkan juga bahwa terciptanya alam raya ini terjadi melalui proses pemisahan massa yang tadinya satu
 =

Sabtu, 09 November 2013

Semua Agama Sama?
(Oleh: Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari)
Pernahkah anda bertemu dengan orang yang mengatakan: “Semua agama sama”? Jika ya, hati-hatilah kemungkinan dia adalah setan!
Beberapa tahun belakangan ini tersebar pemahaman bahwa “semua agama sama”, “semua agama mengajarkan kebaikan”, “tidak boleh menganggap agamanya saja yang benar”, dan fikiran-fikiran sesat lainnya.
Anggapan-anggapan sesat di atas sebenarnya sudah ada semenjak dahulu. Orang-orang musyrik jahiliyyah memiliki keyakinan demikian, sehingga pernah menawarkan kepada Nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam untuk mempersatukan agama mereka dengan agama Islam. Hal itu ditolak dengan tegas di dalam surat Al-Kâfirûn, yang diturunkan oleh Allâh Ta'âla kepada Nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam.
Orang-orang sesat kebatinanpun banyak yang berkeyakinan seperti itu. Yang kemudian menyebar kepada orang-orang awam. Namun sayang, sekarang ini orang-orang yang katanya intelek, banyak yang terjangkit penyakit fikiran di atas. Orang-orang dahulu yang punya prinsip sesat tersebut bersikap pasif. Tetapi kini, mereka bersikap aktif. Tetapi sejauh mana kebenaran teori di atas? Memang sepantasnya di uji dengan ilmu, sehingga yang haq kelihatan haq, dan batil nampak sebagai kebatilan.

SAMAKAH ISLAM DENGAN KRISTEN?
Agama Islam dan agama Kristen termasuk agama terbesar di dunia saat ini. Maka kami anggap sangat tepat untuk menguji kebenaran atau kedustaan teori di atas. Benarkah kedua agama ini sama? Benarkah kedua agama ini mengajarkan kebenaran dan kebaikan? Maka di sini akan kami ungkapkan beberapa pokok kandungan ajaran masing-masing agama berdasarkan kitab mereka. Namun hendaklah diketahui, ketika kami menukil ayat-ayat dari Bibel bukan berarti kami meyakini isinya. Tetapi hal itu hanyalah sebagai argumen semata.
 Inilah beberapa hal yang mengungkapkan kedustaan teori di atas:
1. Islam agama tauhid
Allâh Ta’ala berfirman:
QS Al Anbiyâ'/21: 25
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu,
melainkan Kami wahyukan kepadanya:
“Bahwasanya tidak ada Ilah (yang hak) melainkan Aku,
maka sembahlah Aku.”
(QS Al Anbiyâ'/21: 25)

Sedangkan Kristen adalah agama non tauhid!

Dengarlah bunyi ayat mereka: “Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu muridmu, serta membaptiskan dia dengan nama Bapa, dan anak, dan Rohul Kudus”. (Matius 28:19)
Walaupun (anehnya) banyak ayat Bibel yang memerintahkan untuk bertauhid! Inilah diantaranya: “Maka jawab Yesus serta berkata kepadanya: “Adalah tersurat: Bahwa wajiblah engkau sujud menyembah Allah Tuhanmu, dan beribadat hanya kepada-Nya saja”. (Lukas 4:8)
Tetapi anehnya lagi, mereka menyatakan bahwa trinitas itu hakekatnya satu, dan satu itu juga tiga! Namun akal siapa yang menerima hitungan matematika seperti ini? Maka tidaklah mengherankan jika ada seorang sarjana berkomentar: “Take the Christian doctrine of Trinity. Mathemathics was againts that. In no respectable arythmatical system could three be three and the same time one”. Artinya: “Ambilah ajaran Kristen mengenai Trinitas, yang bertentangan dengan matematika. Sistem ilmu hitung yang tidak pantas dihormati yang mengatakan tiga sama dengan tiga, tetapi pada saat yang sama adalah satu.”[1]
Yang kami yakini, ayat Bibel yang sesuai dengan Al-Qur’an itu haq. Adapun yang bertentangan, maka itu batil!
2. Agama Islam untuk seluruh manusia
Allâh Ta'âla berfirman:
QS Al A'râf/7: 158 
Katakanlah:
”Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allâh kepadamu semua,
yaitu Allâh yang mempunyai kerajaan langit dan bumi;
tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia,
yang menghidupkan dan yang mematikan,
maka berimanlah kamu kepada Allâh dan Rasul-Nya,
Nabi yang ummi yang beriman kepada Allâh
dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya)
dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.
(QS Al A'râf/7: 158)

Sedangkan agama Kristen hanya untuk Bani Isra’il!

Bacalah ayat mereka: “Maka jawab Yesus kepadanya: “Tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain, hanya kepada segala domba yang sesat dari antara Bani Isra’il.” (Matius 10:6)
Walaupun (anehnya) ada ayat Bibel yang memerintahkan untuk menyebarkannya kepada seluruh bangsa! Dengarlah bunyi ayat mereka: “Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu muridmu, serta membaptiskan dia dengan nama Bapa, dan anak, dan Rohul Kudus.” (Matius 28:19)
Yang kami yakini, ayat Bibel yang sesuai dengan Al-Qur’an itu haq. Adapun yang bertentangan, maka itu batil!
3. Aqidah Islam: Allâh tidak punya anak
Allâh Ta'âla berfirman:
QS Al Ikhlash/112: 1-4 
Katakanlah,
“Dialah Allâh, Yang Maha Esa.
Allâh adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan.
Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan,
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”
(QS Al Ikhlash/112: 1-4)

Keyakinan Kristen: Allâh punya anak!

Para pendeta mereka selalu menekankan bahwa “Yesus adalah satu-satunya anak Allâh”.
Simaklah ayat mereka: “Karena begitu besar kasih Allâh akan dunia ini, sehingga Dia telah menganugerahkan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)
Padahal keyakinan bahwa Tuhan punya anak adalah perkara yang sangat mungkar!
Allâh berfirman yang artinya:
Dan mereka berkata:
“Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.”
Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,
hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu,
dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh,
karena mereka mendakwa Allâh Yang Maha Pemurah mempunyai anak.
(QS. 19:88-91)
Jika demikian, bagaimana orang yang berakal dan berilmu akan mengatakan semua agama sama?!
4. Aqidah Islam: Nabi Isa 'alaihissalam adalah rasul Allâh.
Allâh Ta'âla berfirman:
QS Ali 'Imran/3: 49 
Dan (Nabi Isa itu sebagai) Rasul kepada Bani Israil
(QS. 3: 49)

Keyakinan Kristen: Isa (Yesus) anak Allâh dan bagian dari trinitas!
(lihat nukilan ayat Bibel di atas).
Bagaimana dua keyakinan yang saling bertentangan dianggap sama? Sungguh, hal ini merupakan kekafiran yang nyata!
Allâh Ta’ala berfirman:
QS Al Mâ-idah/5: 73 
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:
”Bahwanya Allâh salah satu dari yang tiga”,
padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa.
Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu,
pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
(QS Al Mâ-idah/5: 73)
Anehnya, sekian puluh ayat Bibel yang menyatakan Yesus sebagai utusan Allâh tidak mereka pakai! Di antara ayat itu adalah perkataan Yesus: “Suatupun tiada aku dapat berbuat menurut kehendakku sendiri, melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana aku dengar, dan hukumku itu adil adanya, karena bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku.” (Yahya 5:30)
5. Aqidah Islam: Dosa Nabi Adam dan Hawa telah diampuni, sehingga manusia dilahirkan dalam keadaan suci.
Allâh Ta'âla berfirman:
QS Al Baqarah/2: 37-38 
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Rabb-nya,
maka Allâh menerima taubatnya.
Sesungguhnya Allâh Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Kami berfirman,
“Turunlah kamu dari surga itu!
Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu,
maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku,
niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka,
dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(QS Al Baqarah/2: 37-38)
Namun seandainya Allâh tidak mengampuni dosa Nabi Adam tersebut, agama Islam telah memberitakan keadilan Allâh di dalam Al-Qur’an:
 QS Al An'am/6: 164
Dan tidaklah seorang membuat dosa
melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri;
dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
(QS Al An'am/6: 164)

Keyakinan Kristen: Dosa Nabi Adam dan Hawa tidak diampuni, sehingga manusia lahir membawa dosa warisan Adam dan Hawa! Kemudian dosa itu ditebus oleh Yesus dengan menjalani salib!

Paus Paulus IX memberikan dekrit keyakinan ini pada tanggal 8 Desember 1854.
6. Aqidah Islam: Di dalam Al-Qur’an, Allâh selalu menyebutkan para Nabi dengan pujian dan kebaikan karena mereka merupakan panutan umat.
Mengenai Nabi Nuh 'alaihissalam, rasul Allâh yang taat dan mulia, Allâh Ta'âla berfirman:
QS Ash Shaaffat/37: 79-81 
Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam.
Sesungguhnya demikianlah Kami memberikan balasan
kepada orang-orang yang berbuat baik.
Sesungguhnya dia termasuk diantara hamba-hamba Kami yang beriman.
(QS Ash Shaaffat/37: 79-81)

Keyakinan Kristen: Nabi Nuh mabuk dan auratnya terbuka!

Simaklah ayat mereka: “Maka diminum oleh Nuh air anggur itu, lalu mabuklah ia dengan telanjang di tengah-tengah kemahnya.” (Kejadian (9:20-21)
Kalau seperti ini panutannya, maka bagaimanakah pengikutnya ?! Sesungguhnya ini adalah kisah dusta atas Nabi Nuh yang mulia.

7. Aqidah Islam: Nabi Ibrahim 'alaihissalam kedatangan para malaikat, beliau menjamunya tetapi para malaikat tersebut tidak makan.
Allâh Ta'âla berfirman:
QS Hûd/11: 69-70 
Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat)
telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira,
mereka mengucapkan: “Salam (selamat).”
Ibrahim menjawab: “Salam (selamatlah).”
Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan
daging anak sapi yang dipanggang.
Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya,
Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka,
dan merasa takut kepada mereka.
Malaikat itu berkata:
“Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat)
yang diutus kepada kaum Luth.”
(QS Hûd/11: 69-70)

Keyakinan Kristen: Yang datang adalah Allâh, dijamu dan makan!

Silahkan baca ayat mereka: “Sambil sembahyang: Ya Tuhan, jikalau kiranya Tuhan kasih akan hamba, maka jangan apalah Tuhan lalu dari hadapan hambaMu. Biarlah kiranya dibawakan orang sedikit air akan pembasuh kakimu dan duduklah di bawah pohon kayu ini...... Maka oleh Ibrahim diambil pula akan minyak sapi dan air susu anak lembu yang telah dimasak itu, lalu disajikannya di hadapan mereka itu, maka iapun berdiri hampir dengan mereka itu di bawah pohon kayu. Maka mereka itupun makanlah.” (Kejadian 18:3-8)
Jika anda telah membaca dua kisah ini, manakah yang asli menurut hati nurani anda ?!

8. Aqidah Islam: Nabi Ibrahim 'alaihissalam mengorbankan Nabi Isma’il 'alaihissalam.
Allâh Ta'âla berfirman:
 QS Ash Shâffat/37: 100-112
(Ibrahim berdoa):
“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang- orang yang saleh.
Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar (Isma’il).
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim,
Ibrahim berkata:
”Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.
Maka fikirkanlah apa pendapatmu!”
Ia menjawab:”Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu;
insya Allâh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya),
(nyatalah kesabaran keduanya).
Dan Kami panggillah dia:”Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”,
sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
Dan Kami tebus anak itu dengan dengan seekor sembelihan yang besar.
Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
(yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”,
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orangorang yang berbuat baik.
Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq
seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
(QS. 37:110-112)
Perhatikanlah kisah Al-Qur’an ini, Allâh memberikan kabar gembira kepada nabi Ibrahim dengan (kelahiran) nabi Ishaq, setelah peristiwa kurban. Dengan ini jelaslah bahwa yang dikurbankan adalah nabi Isma’il.

Keyakinan Kristen: Yang dikorbankan Nabi Ishaq!

Perhatikan ayat mereka:
  • “Lalu firman Tuhan: “Ambillah engkau yang tunggal itu, yaitu Ishak yang engkau kasih, bawalah akan dia ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana....” (Kejadian: 22:2)
  • “...lalu diikatkannya Ishak, anaknya, diletakkannya di atas mezbah di atas kayu itu”. (Kejadian: 22:9)
Perhatikan sekali lagi ayat mereka di atas, pada ayat itu disebutkan anak tunggal Ibrahim adalah Ishak! Padahal dalam ayat mereka yang lain, menjelaskan dengan sejelas-jelasnya, bahwa anak tunggal Ibrahim itu adalah Isma’il!
Perhatikanlah kedua ayat di bawah ini:
  • “Maka pada masa Hagar memperanakkan Isma’il bagi Abram itu, adalah umur Abram 86 tahun.” (Kejadian: 16:16)
  • “Maka pada masa Ishak, anaknya itu jadi, adalah umur Abram 100 tahun.” (Kejadian: 16:16)
Jelaslah, anak tunggal Ibrahim, atau anak pertama Ibrahim adalah Isma’il!
9. Aqidah Islam: Nabi Luth 'alaihissalam adalah Rasul Allâh yang mulia, hamba Allâh yang shalih.
Allâh Ta'âla berfirman:
 QS Al Anbiyaa'/21: 74-75
Kami telah berikan hikmah dan ilmu kepada Luth,
dan Kami telah selamatkan dia
dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji.
Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,
dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami;
karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh.
(QS Al Anbiyaa'/21: 74-75)
Keyakinan Kristen: Nabi Luth diminumi anggur sampai mabuk, lalu berzina dengan anak-anaknya!
Bacalah ayat-ayat mereka:
  • “Maka Luth itupun keluarlah dari negeri Zoar lalu pergi diam di gunung serta dengan kedua anaknya perempuan...” (Kejadian: 19:30)
  • Maka kata anak sulung kepada yang bungsu: “...Marilah kita beri minum anggur bapak kita, lalu kita berseketiduran dengan dia supaya kita dapat memeliharakan anak buah dari bapak kita.” (Kejadian: 19:31)
  • “Maka pada malam itu diberinyalah akan bapaknya minuman anggur, lalu yang sulung itupun berseketiduran dengan bapaknya, maka tiada bapaknya sadar, bilakah ia berbaring dan bilakah ia bangun”. (Kejadian: 19:32)
  • Kemudian pada malam berikutnya: “Maka diberinyalah akan bapaknya minum air anggur, lalu yang bungsu itupun pergilah berseketiduran dengan dia, maka tiada Luth sedar, bilakah ia berbaring dan bilakah ia bangun”. (Kejadian: 19:35)
  • Kemudian apa hasilnya: “Maka kedua anak Luth itupun mengandunglah, yaitu daripada bapaknya”. (Kejadian: 19:36)

Kalau begini yang diajarkan suatu agama, apakah masih dapat dikatakan “kebaikan”?!
Keyakinan kami –kaum muslimin– kisah keji ini merupakan kedustaan atas nama Nabi Luth yang shalih lagi suci!

10. Aqidah Islam: Nabi Ya’qub 'alaihissalam adalah rasul Allâh yang mulia. Beliau tunduk dan patuh kepada Rabbnya.
Allâh Ta'âla berfirman:
QS Al Baqarah/2: 133 
Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut,
ketika ia berkata kepada anak-anaknya:
“Apa yang kamu sembah sepeninggalku”.
Mereka menjawab:
“Kami akan menyembah Rabb-mu dan Rabb nenek moyangmu,
Ibrahim, Isma’il, dan Ishaq, (yaitu) Rabb Yang Maha Esa
dan kami hanya tunduk kepada-Nya.”
(QS Al Baqarah/2: 133)
Keyakinan Kristen: Nabi Ya’qub 'alaihissalam berkelahi dan mengalahkan Tuhan!
Bacalah ayat mereka: “Melainkan tinggallah Ya’qub seorang-orangnya, maka adalah seorang laki-laki bergumul dengan dia sampai terbit fajar. Maka apabila dilihat orang itu akan hal tiada dapat dikalahkannya Ya’qub, maka dipegangnyalah akan pangkal paha Ya’qub, maka pangkal paha Ya’qub itupun tergeliat dalam ia bergumul dengan dia. Maka katanya: “Lepaskanlah aku karena fajar sudah merekah”. Tetapi kata Ya’qub kepadanya: “Tiadalah engkau kulepaskan sebelum engkau memberkati aku.” Maka kata orang itu kepadanya: “Siapa namamu”. Maka jawabnya: “Ya’qub”. Maka kata orang itu: “Tiada lagi engkau bernama Ya’qub, melainkan Israil, karena telah engkau berlaku seperti raja di hadapan Allah dan kepada manusia, dan engkau sudah menang.” Maka bertanya Ya’qub, katanya: “Katakanlah, kiranya namamupun”. Maka sahutnya: “Mengapa engkau bertanyakan namaku?”. Maka diberkatilah dia di sana. Maka dinamai oleh Ya’qub akan tempat itu Peniel, karena katanya: “Sudah kulihat Allah, muka dengan muka, maka nyawaku selamatlah.” (Kejadian 32:24-30)
Demi Allâh Yang Maha Perkasa, menurut akal dan hati nurani anda, kisah ini dusta atau benar? Kalau dusta, benarkah perkataan orang-orang yang mengatakan semua agama benar?! Kami rasa hal-hal yang kami sebutkan di atas sudah cukup untuk membantah teori sesat tersebut. Jika anda masih merasa kurang, baiklah kami tambah sedikit lagi secara ringkas.
11. Aqidah Islam: Nabi Yusuf 'alaihissalam menceritakan mimpinya kepada ayahnya, dan ayahnya melarang beliau menceritakan kepada para saudaranya. (Lihat Surat Yusuf: 4)
Keyakinan Kristen: menceritakan kepada saudara-saudaranya! (Kejadian 37: 5)
Demi Allâh samakah kedua kisah di atas? Mengapa mereka menyamakan?!

12. Aqidah Islam: Samiri membuat patung anak sapi dan disembah oleh Bani Isra’il. Nabi Harun sudah memperingatkan kemusyrikan tersebut. (Lihat Surat Thaha: 85-90)
Keyakinan Kristen: Nabi Harun yang membuat patung itu! (Keluaran 32: 2-4)
Demi Allâh, samakah agama yang mengisahkan Nabi Harun yang melarang kemungkaran, dengan agama yang mengisahkan Nabi Harun pelopor kemusyrikan?! Demi Allâh, ini merupakan kedustaan yang besar!

13. Aqidah Islam: Nabi Dawud 'alaihissalam adalah rasul Allâh yang shalih. Allâh melebihkannya dari kebanyakan hamba-hamba Allâh yang shalih (Lihat Surat An-Naml: 15)
Keyakinan Kristen: Nabi Dawud melihat seorang wanita sedang mandi. Lalu tergoda dan akhirnya berzina dengannya. Sampai wanita itu mengandung. Kemudian Nabi Dawud mengirim suami wanita tersebut ke medan perang agar terbunuh! Setelah suaminya terbunuh, wanita itu diperistri oleh Nabi Dawud! (II Samuel: 2-5, 15,26,27)
Demi Allâh, sampai hatikah anda membacakan kisah Nabi seperti ini kepada putri anda, dan menganggapnya sebagai kisah suci dari sebuah kitab suci? Mengapa mereka menganggap semua agama baik dan benar?!

14. Aqidah Islam: Nabi Sulaiman 'alaihissalam adalah rasul Allâh yang beriman dan taat. Beliau tidak berbuat syirik. (Lihat Surat Al-Baqarah: 102; Shad:30)
Keyakinan Kristen: Nabi Sulaiman berbuat syirik, cenderung kepada dewa-dewa?! (I Raja-Raja 11:4)
Demi Allâh, samakah ajaran agama yang menyatakan Nabi Sulaiman tidak berbuat syirik, dengan agama yang menyatakan Nabi Sulaiman berbuat syirik?! Demi Allâh, kenapa orang-orang itu tertipu?
15. Aqidah Islam: Nabi Isa 'alaihissalam tidak mati disalib. (Surat An-Nisa: 157)
Keyakinan Kristen: Ia, mati disalib! (Matius 27: 35)
Demi Allâh, samakah antara “tidak” dengan “ya”? Mengapa mereka mengatakan semua agama benar?

Kemudian kami katakan, bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang agung. Tidaklah menyebutkan perkara yang tidak pantas didengar kecuali dengan sindiran dan kiasan. Sebaliknya di dalam Injil, terdapat banyak ayat yang tidak pantas didengar, tidak pantas dibaca, karena jorok, cabul, dan merangsang seks.
Anda, wahai kaum Kristen, jika menganggap ayat-ayat di dalam Bibel itu asli dari Tuhan, beranikah membacakan kepada keluarga anda atau masyarakat umum ayat-ayat di bawah ini: (Maaf, kami tidak mampu menukilkan kepada para pembaca, karena tidak pantasnya ayat-ayat ini disebut ayat-ayat sebuah kitab suci!) Syirnulasar 4:5; 5:3; 7:7, Yehezkiel 23:2, 8, 19 dan ayat-ayat lainnya.
Kami kira hal ini sudah lebih dari cukup. Jika masih kurang, kami tambahkan satu lagi yang terakhir:
Kaum muslimin, yang beriman dan beramal shalih, mereka adalah sebaik-baik makhluk, kekal di dalam sorga, selama-lamanya.
Allâh Yang Maha Benar berfirman:
QS Al Bayyinah/98: 7-8
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga ‘Adn
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai;
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Allâh ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya.
Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya."
(QS Al Bayyinah/98: 7-8)

Kaum Kristen, yang sudah kedatangan dakwah Islam, namun tidak beriman, mereka seburuk-buruk makhluk, kekal di dalam neraka, selama-lamanya.
Allâh Yang Maha Benar berfirman:
 QS Al Bayyinah/98: 6
Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik,
(akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.
Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
(QS Al Bayyinah/98: 6)
Inilah beberapa perbedaan nyata antara agama Islam yang haq dengan agama Kristen yang batil. Samakah kedua agama itu?! Hanya orang buta yang menyamakan antara keduanya, seperti orang yang menyamakan antara malam dengan siang! Hanya orang yang telah mati indra perasanya yang menyamakan antara keduanya, seperti orang yang menyamakan antara panas dengan dingin?!
Tentulah orang seperti itu tidak pantas lagi didengarkan perkataannya. Dia sepantasnya didoakan, semoga Allâh menunjukinya menuju jalan yang lurus.

Wahai Allâh, janganlah Engkau sesatkan hati kami,
setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami.
Dan berikanlah rahmatMu kepada kami,
sesungguhnya Engkau adalah Rabb yang sangat banyak memberikan karunia.
Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin


http://majalah-assunnah.com/index.php/kajian/mabhats/102-semua-agama-sama
 
Template designed by Liza Burhan